Makanan yang Menjadi Pantangan Ibu Hamil

Makanan yang menjadi Pantangan Ibu Hamil

Muarakata.com Seorang ibu hamil perlu memperhatikan asupan makanan karena makanan yang dikonsumsi tidaknya hanya harus memenuhi gizi sang ibu, namun juga kebutuhan janin yang dalam kandungan. Terdapat beberapa makanan yang menjadi pantangan ibu hamil yang sebagian besar diisi oleh daftar makanan mentah dan jenis makanan lainnya.

Penting sekali bagi Anda yang sudah hamil untuk memperhatikan makanan untuk janin yang ada dalam kandungan karna di luaran sana banyak wanita yang menginginkan dirinya agar cepat hamil. Asupan nutrisi yang dikonsumsi ibu selama mengandung akan mempengaruhi tumbuh kembang bayi dalam kandungan. Bayi dalam kandungan memerlukan asukan nutrisi agar perkembangan fisik dan otak bayi tumbuh secara maksimal.

Berikut adalah pantangan untuk ibu hamil yang berhubungan dengan aktivitas sehari-hari dan juga konsumsi makanan tertentu :

Merokok

Merokok saat hamil dapat membuat bayi Anda nantinya terlahir dengan berat badan yang rendah. Kondisi itu tidak baik bagi bayi karena dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan Si Kecil, seperti infeksi dan masalah tumbuh kembang. Pantangan ibu hamil yang satu ini juga perlu diberlakukan pada suami yang merokok. Suami harus menjauhkan asap rokok dari istri yang sedang hamil, termasuk asap rokok yang menempel di pakaian.

Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol akan menghambat asupan nutrisi bagi janin anda selain itu oksigen yang dibutuhkan janin akan tersendat. Alkohol berpengaruh pada kemampuan otak janin sehingga untuk anda yang mengkonsumsi alkohol ketika mengandung beresiko tinggi dalam beberapa gangguan bayi saat lahir termasuk IQ dan gangguan fisik.

Daging Mentah

Makanan yang menjadi pantangan ibu hamil selanjutnya adalah daging mentah maupun daging setengah matang. Makanan ini berisiko mengandung virus toksoplasma yang dapat menyebabkan infeksi pada kandungan, meskipun secara fisik ibu hamil tidak merasakan gejala.

Penting untuk mengonsumsi daging merah yakni daging sapi, kerbau, kambing, dan babi maupun daging putih seperti ayam dan ikan secara matang dengan sempurna untuk menghindari virus toksoplasma. Matang dengan sempurna artinya seluruh daging berwarna kecoklatan baik bagian luar dan bagian dalam.

Virus toksoplasma dapat berasal dari penggunaan alat masak yang kurang bersih, kotoran pada tangan, kotoran hewan peliharaan maupun penggunaan air yang tidak bersih. Oleh karenanya, perhatikan kebersihan dan kesehatan makanan ibu hamil.

Kafein

Banyak penelitian yang menghubungkan antara kafein dengan kehamilan. Pada keadaan normal tidak mengandung kafein memang tidak baik dikonsumsi dalam jumlah yang berlebih setiap harinya begitu juga dengan kehamilan karena kandungan kafein yang terdapat di dalam secangkir kopi, minuman supleman akan mengakibatkan resiko keguguran dan bayi lahir dengan berat badan yang rendah bahkan dalam kasus yang parah akan mengakibatkan kematian saat lahir.

Sayuran Mentah

Sayuran mentah seperti kecambah, tauge kacang hijau, dan daun Kemangi disarankan untuk tidak dikonsumsi secara mentah karena kemungkinan tercemar oleh bakteri Salmonella.

pada sayuran diatas bakteri ini tidak hilang meski dicuci menggunakan air, untuk itu perlu memasaknya hingga matang untuk membunuh bakteri.

Kalori yang berlebih

Ketika anda sedang mengandung memang membutuhkan tambahan kalori akan tetapi dalam jumlah yang cukup dalam porsi yang tepat. Hal ini untuk menghindari masalah obesitas bagi anda yang sedang hamil. Ibu hamil yang mengalami obesitas sebelum dan karena kehamilan maka akan meningkatkan resiko bayi lahir dengan berat badan tinggi atau terkena resiko diabetes. Akan tetapi bukan berarti anda dapat menurunkan berat badan pada masa kehamilan yang menghambat nutrisi untuk janin.

Susu yang Tidak Dipasteurisasi

Susu mentah sangat tidak dianjurkan bagi ibu hamil karena belum melalui proses pasteurisasi. Proses tersebut bertujuan menghilangkan bakteri jahat menggunakan suhu panas. Jika Anda ingin mengonsumsi susu atau produk olahan susu, perhatikan pada kemasannya apakah telah melalui proses pasteurisasi atau belum. Susu yang tidak melalui proses pasteurisasi berisiko mengandung bakteri Listeria yang bisa menyebabkan keguguran atau penyakit serius.

Mengkonsumsi Obat Tanpa Adanya Petunjuk Dari Dokter

Selama kehamilan ibu disarankan untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan tanpa adanya petunjuk dari dokter. Pasalnya, obat yang dikonsumsi oleh ibu hamil bisa masuk ke dalam plasenta dan sirkulasi janin dalam kandungan. Bahkan beberapa jenis obat diketahui dapat di sekresi melalui air susu ibu (ASI), akibatnya kadar di dalam sirkulasi tubuh bayi akan sama dengan kadar dalam tubuh ibu. Dimana dalam kondisi tertentu dapat menimbulkan bahaya untuk bayi.

Nanas

Buah Pantangan Ibu Hamil yang pertama adalah nanas. Mengonsumsi nanas sangat dilarang bagi ibu hamil, hal ini dikarenakan kandungan Bromelain yang dapat melemahkan serviks.

Meski Nanas merupakan makanan yang baik untuk mempersiapkan rahim sebelum kehamilan. Namun, ketika hamil dan berada pada trimester pertama hindari nanas karena dapat melemahkan serviks Anda, hal ini selain dapat menyebabkan keguguran juga dapat menyebabkan kelahiran prematur

Pepaya Muda

Tahukah Anda? buah Pepaya muda banyak digunakan oleh wanita di Sri Lanka, Bangladesh, India dan Pakistan untuk menggugurkan kandungan. Ya benar, Pepaya dapat menyebabkan kelahiran prematur dan keguguran.

Hal ini dikarenakan kandungan latex pada buah pepaya muda dapat menyebabkan kontraksi rahim. Selama hamil terutama memasuki trimester ketiga kehamilan sebaiknya hindari mengonsumsi pepaya muda maupun produk olahannya seperti Salad Buah, Jus Pepaya, dan Suplemen yang mengandung sari pepaya.

Sebaiknya saat hamil perbanyak konsumsi pepaya yang telah matang sempurna, karena kaya akan vitamin C dan nutrisi lainnya yang dapat mengatasi beragam masalah kehamilan seperti mual dan asam lambung.

Buah yang Tidak Higienis

Hal yang penting bagi ibu hamil ada untuk memastikan bahwa buah yang dikonsumsi telah dicuci untuk menghilangkan virus, bakteri dan zat pestisida yang mungkin terkandung didalamnya.

Hal ini penting dilakukan karena buah yang tidak dicuci kemungkinan besar mengandung sejumlah bakteri dan virus seperti Toxoplasma, Salmonella, Listeria dan E.Colli yang dapat mengganggu tumbuh kembang bayi dalam kandungan.

Berikut ini cara mencuci buah bagi ibu hamil yang benar :
  • Cuci Buah dan Sayuran pada air yang mengalir sebelum memakannya, terutama buah yang memerlukan proses kupas dan potong seperti semangka dan melon. Bakteri dapat hinggap dari proses pemotongan buah.
  • Saat mencuci jangan menggunakan sabun, detergent atau bahan kimia lainnya
  • Sediakan sikat halus untuk membersihkan permukaan buah dari kotoran yang menempel
  • Potong dan buang bagian buah yang rusak karena bisa jadi merupakan tempat bakteri berkembang biak.

Demikian beberapa pantangan ibu hamil. Guna kesehatan ibu dan janin yang dikandung, hindari segala pantangan yang sudah dijelaskan seperti di atas.

Referensi: Dari berbagai sumber

Facebook Komentar